5 Fakta Pekerjaan Outsource yang Perlu Kamu Ketahui

Sobat Gawe, hal apa yang muncul di benak kamu ketika mendengar kata outsourcing?.

Seram? Potong gaji? Pokoknya nggak menjanjikan deh!. Jika kamu berpikir demikian, maka kamu perlu baca 5 Fakta Pekerjaan Outsource yang Perlu Kamu Ketahui berikut ini.

Banyak yang percaya bahwa bekerja sebagai karyawan outsourcing seakan-akan masuk ke dalam mulut buaya atau singa. Padahal jika kamu tahu tentang dunia outsourcing, nggak seseram itu kok.

Sebelum masuk ke pokok pembahasan, alangkah baiknya kamu tahu dulu apa itu outsourcingOutsourcing atau alih daya jika diartikan menurut Undang Undang No. 13 Tahun 2003 pasal 64, 65 dan 66 tentang Ketenagakerjaan, merupakan sebuah kegiatan penyediaan jasa tenaga kerja. Dalam hal ini, perusahaan penyedia tenaga kerja akan memasok tenaga kerja bagi perusahaan mitranya atau klien. Sedangkan karyawan outsourcing secara kontrak kerja posisinya berada di bawah perusahaan penyedia tenaga kerja.

Secara umum, perusahaan outsourcing menyediakan jenis pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan bisnis inti perusahaan, atau jenis pekerjaan yang berfungsi sebagai pendukung saja. Beberapa jenis pekerjaan tersebut antara lain, petugas keamanan, cleaning service, petugas transportasi, petugas catering dan beberapa petugas di pertambangan. Akan tetapi, penggunaan jasa outsourcing saat ini semakin meluas ke berbagai jenis pekerjaan yang bersifat ‘support’ dari masing-masing perusahaan.

5 Fakta Pekerjaan Outsource yang Perlu Kamu Ketahui
1. Perusahaan Outsource yang Benar Tidak Potong Gaji Karyawan

Anggapan pertama yang sering dilontarkan ketika orang-orang dimintai pendapat soal outsourcing adalah praktik potong gaji karyawan. Tindakan semacam inilah yang membuat citra outsourcing selalu dipandang buruk di mata masyarakat. Padahal, dalam praktiknya sendiri pemerintah sudah mencanangkan prpgram ‘Outsourcing Sehat’ dimana perusahaan penyedia kerja dilarang melakukan praktik potong gaji dan wajib menggaji karyawan sesuai dengan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota).

Jika kamu mendapati praktik potong gaji semacam ini, sebaiknya kamu laporkan kejadian ini ke Dinas Ketenagakerjaan setempat atau layangkan kecurangan perusahaan tersebut ke Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI). Sebab, ABADI sendiri menetapkan para anggotanya untuk patuh pada program ini dengan tidak memotong gaji karyawan dan membayar gaji sesuai dengan kesepakatan kontrak. Tidak hanya itu, ABADI juga membuat standar penggajian yang didasarkan pada UMK supaya tenaga kerja outsourcing Indonesia tidak dibayar murah.

2. Ada Jenjang Karir dalam Pekerja Outsourcing

Semua pekerjaan pastinya memiliki jenjang karir. Hanya saja, setiap jabatan mempunyai kuota atau man power plan (MPP) tertentu yang telah ditetapkan oleh human capital. Setiap posisi pada jenjang atau level pastinya harus terisi supaya organisasi dapat berjalan baik. Jika kamu berada di posisi jabatan paling bawah sebagai pekerja outsourcing di suatu perusahaan, tidak perlu berkecil hati karena saat ini setiap posisi hampir ada pekerja outsourcing-nya. Mulai dari level staff, admin, field people sampai supervisor dan coordinator.

Bahkan kamu juga bisa mengisi jabatan fungsional non outsourcing jika perform kamu baik. Jadi setiap posisi apapun yang kamu jalani, buatlah kinerja yang luar biasa supaya kamu bisa naik level ke posisi yang lebih tinggi.

Baca juga: Cara Berprestasi di Tempat Kerja bagi Karyawan Baru

3. Posisi Pekerjaan Outsourcing Kini Lebih Bervariasi

Praktik outsourcing di Indonesia semakin berkembang. Kini outsourcing tidak hanya ditujukan bagi jabatan paling bawah di ranah ‘support’ saja seperti cleaning service dan security. Namun, seiring berkembangnya waktu setiap perusahaan mempunyai arti masing-masing tentang pekerja support atau pendukung. Di beberapa perusahaan jabatan seperti sales, marketing, collection dan surveyor masuk ke dalam kategori pendukung dan dioutsourcingkan. Karena mereka menganggap bahwa di dalam proses bisnisnya, posisi-posisi tersebut dianggap pendukung bisnis intinya.

Tidak hanya itu, di beberapa perusahaan pun posisi selevel supervisor dan coordinator juga dioutsourcingkan. Dapat dikatakan, saat ini hampir semua perusahaan padat karya, pastinya butuh karyawan outsourcing yang posisinya bemacam-macam juga.

4. Perusahaan Outsorcing Menyediakan Benefit Lengkap

Deklarasi ABADI tentang prakti