Berkenalan dengan SPG dan SPB

Minke yakin di antara Sobat Gawe pasti sudah sering mendengar istilah SPG. Sales Promotion Girl (SPG) ini memang lebih populer dibandingkan dengan rekan sejawatnya yang hanya berbeda gender yakni SPB (Sales Promotion Boy). Nah, kira-kira apa yang ada di benak Sobat Gawe ketika mendengar istilah SPG/SPB? Pasti akan terbayang seseorang yang melakukan promosi dengan mengatakan kalimat-kalimat berisi ajakan untuk menggunakan produk tertentu, disertai dengan penampilan yang cakep rupawan. Namun ternyata, tugas seorang SPG/SPB tidak semudah itu lho, Sobat Gawe. Untuk Sobat Gawe yang berminat menjadi SPG/SPB, berikut Minke bagikan beberapa tips atau panduan singkat agar dapat menjadi SPG/SPB yang baik. Cekidot….

  • Fungsi SPG/SPB

Sebelum menjalankan tugas, kita harus tahu dulu apa saja fungsi SPG/SPB. Secara umum, SPG/SPB berfungsi Membantu koordinator dan supervisor dalam mengelola merchandise/ barang dagangan di counter (area penjualan). Jadi intinya, SPG/SPB ini membantu agar produk dapat terjual kepada konsumen. Untuk itu, SPG/SPB memiliki beberapa tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya, antara lain berikut ini :

  • Mencapai produktivitas kerja yang maksimal
  • Mencapai Target Sales
  • Menjaga Tingkat Shrinkage (angka kehilangan barang)
  • Melakukan upaya preventif untuk menanggulangi bahaya kebakaran
  • Memberi informasi yang benar kepada pelanggan secara bijak
  • Menjaga kebersihan Area Penjualan dan Merchandise
  • Do and Don’t :
    • DO :
  • Berpenampilan menarik
  • Berkepribadian baik
  • Berwawasan luas / pengetahuan tentang produk baik
  • Profesional dan mau belajar
  • Keterampilan komunikasi baik
  • Ramah, murah senyum
  • Memiliki skill bahasa asing menjadi poin plus
    • DON’T :
  • Menilai dan menghakimi pelanggan
  • Berdebat dengan pelanggan
  • Acuh tak acuh kepada pelanggan
  • Bergerombol dan ngobrol berlama – lama di area kerja
  • Membiarkan pelanggan menunggu terlalu lama
  • Berjalan beramai-ramai di area penjualan saat jam buka toko
  • Meletakkan tangan di di saku atau di belakang punggung saat melayani
  • Menjanjikan “sesuatu” kepada pelanggan
  • Meninggalkan counter tanpa ijin
  • Makan-minum, terima telp lewat HP di counter
  • Melakukan transaksi di luar kassa
  • Bersandar, jongkok dengan tidak sopan, bertopang dagu, dan menguap di area penjualan saat melayani pelanggan
  • How to Sale
  • Menjual berantai (menjual tidak hanya satu produk) : “bapak/ibu bisa sekalian dicoba produk…”
  • Ucapkan terima kasih sekalipun konsumen tidak membeli produk
  • Jangan menjelekkan produk kompetitor
  • Percaya diri, sampaikan dengan suara yang jelas
  • Jika ada keluhan/keberatan dari konsumen, informasikan untuk menghubungi customer care. Dengarkan dengan baik keluhan dan keberatan dari konsumen.

 

Bagaimana? Meski dari luar nampaknya pekerjaan SPG/SPB ini merupakan pekerjaan yang cukup ‘enak’, namun ternyata tanggung jawab dan tugasnya cukup tidak mudah. Tapi bukan berarti hal ini sulit dilakukan. Dengan mengetahui tips, trik, belajar dari pengalaman, dan selalu mau memperbaiki diri, Minke yakin pekerjaan apapun akan tetap dapat dilakukan dengan baik. Tetap semangat, Sobat Gawe!

Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial