Cara Sukses Negosiasi Gaji

Apa kabar, Sobat Gawe? Apakah ada di antara Sobat Gawe yang hingga saat ini merasa bahwa gaji yang didapat masih jauh dari harapan? Atau apakah akan menjalani wawancara kerja dalam waktu dekat? Jika demikian, maka sepertinya tips dari Minke kali ini bisa diterapkan nih, Sobat Gawe. Kali ini, Minke akan membahas mengenai cara supaya sukses dalam negosiasi gaji. Buat para Sobat Gawe yang berstatus fresh graduate, sepertinya harus mencoba ya supaya saat bekerja selanjutnya tidak ada lagi perasaan kurang puas akan gaji yang diterima, hehehe.

Nah, pertama Sobat Gawe harus melakukan survey terlebih dulu, berapa besar upah minimum regional (UMR) di daerah tempat Sobat Gawe bekerja, kemudian bandingkan dengan rata-rata gaji yang diterima oleh karyawan yang ada di posisi yang sama dengan Sobat Gawe. Dengan begini, kamu akan punya pandangan kira-kira berapa besar gaji yang kamu inginkan. Nah, ketika ditanya berapa gaji yang kamu inginkan, jawablah dengan nilai nominal tertinggi (asal sesuai untuk posisi yang kamu tempati, ya). Tidak perlu ragu untuk meminta gaji dengan nominal yang tinggi ya. Karena pada akhirnya perusahaan akan menurunkan jumlah yang kamu sebut. Tapi ingat ya, sebelumnya tetap survey dulu, jadi nominal yang kamu sebut masih realistis, hehe. Namun jika nanti akhirnya gaji yang ditetapkan lebih rendah dari hasil survey yang kamu temukan, jangan ragu untuk menolak ya, Sobat Gawe. Ingat, kita bekerja, bukan dikerjain.

Jika konteksnya Sobat Gawe sudah berstatus karyawan dan ingin bernegosiasi gaji, maka kamu sebaiknya harus menyiapkan beberapa berkas atau dokumen yang menunjukkan prestasi atau keberhasilan kamu dalam bekerja selama ini. Selain itu, pilihlah waktu yang kira-kira tepat untuk melakukan negosiasi. Biasanya isu seputar kapan kenaikan gaji sudah berkembang di karyawan. Nah, kamu bisa mengambil waktu 3-4 bulan sebelum periode tersebut untuk menegosiasikan gajimu. Saat membicarakan kenaikan gaji, jangan sampai kamu memberi alasan yang bersifat pribadi ketika ditanya oleh atasan, misalnya kenaikan gaji untuk biaya menikah. Berilah alasan yang sifatnya mendukung performa dalam pekerjaan dengan kalimat positif seperti ceritakan bagaimana visi dan misi kamu dalam bekerja di perusahaan tersebut. Dan akhirnya, jika memang atasan belum menyetujui permohonan kamu, jangan putus asa. Kamu bisa mendiskusikannya lagi di lain waktu, atau mengutarakan alternatif lain seperti meminta kenaikan jabatan, hari libur, atau tambahan proyek untuk menunjang performa kerjamu.

Pada dasarnya, menerima gaji yang sesuai merupakan hak setiap karyawan. Tidak salah jika kenaikan gaji harus diperjuangkan, tapi tetap realistis sesuai dengan fakta performa kamu selama bekerja dan kondisi perusahaan itu sendiri. Sudah berani negosiasi kenaikan gajimu, Sobat Gawe?

Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial