Cas Cis Cus Mulus Saat Focus Group Discussion (FGD)

Bagi beberapa kalangan yang sudah pernah menjalani tes masuk kerja, kegiatan focus group discussion (FGD) mungkin sudah tidak asing lagi. Kegiatan ini secara tidak langsung mampu menilai kemampuan calon karyawan dalam bekerja sama antar tim. Dengan membuat kelompok diskusi untuk memecahkan beberapa masalah, FGD juga dinilai lebih obyektif karena karakter calon karyawan akan terlihat oleh pengawas selama FGD berlangsung. Meski kelihatannya mudah, banyak juga lho yang terhenti langkahnya di tahap FGD ini. Oleh karena itu, kali ini minke mau berbagi sedikit tips yang minke rangkum dari berbagai sumber untuk semua Sobat Gawe yang mungkin akan menjalani FGD dalam waktu dekat.

Pertama, sebelum FGD dimulai, pastikan penampilan kamu rapi, ya. Kalau perlu kamu bisa pergi ke toilet dulu supaya kamu tidak mengganggu jalannya FGD dengan minta ijin ke toilet kepada pengawas. Selanjutnya, pastikan kamu duduk sesuai dengan instruksi dari moderator atau pengawas. Jangan tegang, ya. Duduklah dengan santai dan nyaman. Agar mengurangi ketegangan, kamu bisa mencoba berkenalan dengan peserta diskusi lain, kok. Jangan lupa pula siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal yang penting. Kamu juga wajib memahami dan membaca topik FGD serta lembar kerja yang diberikan dengan teliti. Jika kemudian kamu menemukan beberapa solusi/ide yang tercetus untuk disampaikan saat FGD berlangsung, kamu bisa menulisnya supaya tidak lupa untuk disampaikan nanti.

Menjadi inisiator saat FGD juga dapat membawa manfaat positif untuk kamu, namun peran dan tanggung jawabnya juga harus kamu penuhi, ya. Ketika kamu terpilih menjadi inisiator, secara tidak langsung rasa kepemimpinan dan kepercayaan dirimu akan muncul. Tugas inisiator di sini adalah untuk membuka diskusi, mengingatkan peserta untuk fokus ke topik awal jika ternyata diskusi melenceng jauh, dan harus menyimpulkan solusi jika terdapat perdebatan. Cukup berat, namun cukup menguntungkan juga, Sobat Gawe.

Ketika kamu terpilih untuk menjadi peserta, maka cobalah untuk aktif dalam diskusi, namun jangan sampai terlalu mendominasi. Kamu harus mampuu mencari momen yang tepat untuk berpendapat, mendengar orang lain, dan mengarahkan orang  lain untuk mengikuti pendapatmu, namun bukan dengan cara memaksa. Sesekali cobalah memakai pertanyaan dalam memancing diskusi dibandingkan dengan mengeluarkan statement. Pertanyaan dengan “Bagaimana menurut teman-teman apabila kita…” membuat peserta lain akan lebih memperhatikan apa yang kamu katakan lho, Sobat Gawe. Poin plusnya di sini adalah kamu akan terlihat lebih elegan. Perlu diingat bahwa kamu harus menyampaikan pendapatmu dengan bijak, elegan, dengan tata bahasa yang mudah dimengerti. Ini juga penting, perbanyaklah wawasan/masalah perusahaan yang saat ini terjadi sehingga saat diskusi kita tidak cuma asal bunyi ya, Sobat Gawe! Terakhir nih, kita tidak boleh mengedepankan ego. Artinya, kita harus memberi anggota lain kesempatan berpendapat, serta haram hukumnya memotong pembicaraan hanya untuk berdebat karena pendapat kamu tidak sama. Nah, setelah kesimpulan diperoleh, kamu bisa berjabat tangan dengan seluruh anggota kelompok untuk menambah keakraban.

Hmm, tips di atas sepertinya tampak sederhana ya, Sobat Gawe. Tapi masih banyak lho peserta FGD yang secara tidak sadar melakukan hal yang justru membuat penilaiannya kurang. Karena itu tidak ada salahnya bukan mempersiapkan hal-hal tersebut di atas. Minke sendiri juga mempelajari hal tersebut kok, Sobat Gawe. Last, selamat  berusaha!

Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial