Jangan Lontarkan Jawaban Seperti Ini Saat Wawancara Kerja

Berkali-kali mendapat panggilan wawancara kerja, tapi kok berkali-kali juga tidak berhasil? Kalau kata orang daerah Banyumas sih, gagal maning, gagal maning! Kalau itu yang kamu alami, coba ingat-ingat jawaban yang biasanya kamu lontarkan ketika menjawab pertanyaan pewawancara. Bisa jadi di sanalah letak permasalahannya.

Kalau kamu sudah beberapa kali diwawancara kerja, pasti kamu mengingat beberapa pertanyaan umum yang biasanya ditanyakan saat wawancara kerja. Bisa jadi kamu memberikan jawaban yang kurang tepat dari tiap pertanyaan tersebut.

Nah, biar enggak gagal maning, gagal maning, kamu perlu baca Jangan Lontarkan Jawaban Seperti Ini Saat Wawancara Kerja!

1. Mengapa Anda mau bekerja di sini?

Jangan pernah memberikan jawaban yang berorientasi pada material, seperti “Karena ini merupakan perusahaan besar” atau “Saya mendengar gaji di sini sangat besar”. Apalagi jika kamu menjawab “Karena kantornya dekat rumah”. Jangan lontarkan jawaban seperti ini saat wawancara kerja, ini hanya akan membuat pewawancara ilfil terhadapmu.

Nyatakanlah bahwa kemampuanmu bisa lebih berkembang jika diizinkan bergabung dengan perusahaan.  Sebutkan juga apa yang bisa kamu lakukan untuk mengembangkan perusahaan menjadi lebih baik. Tapi ingat, tidak boleh mengarang bebas ya! Sampaikanlah jawaban-jawaban yang sesuai dengan kompetensi dirimu yang sesungguhnya.

2. Apa yang menyebabkan Anda meninggalkan pekerjaan lama?

Jangan pernah menjawab dengan hal-hal yang bersifat negatif dari pekerjaanmu sebelumnya, seperti “Saya kesal dengan pimpinan saya” atau “Saya merasa tugas yang diberikan tidak sepadan dengan gaji yang saya dapat”. Jangan lontarkan jawaban seperti ini saat wawancara kerja karena jawaban tersebut akan membuat pewawancara menilai kamu bukanlah profesional sejati.

Daripada menjawab seperti itu, lebih baik menyatakan bahwa kamu butuh tantangan baru untuk mengembangkan kemampuan. Sebutkan juga bahwa arah dari perusahaan tersebut cocok dengan tujuan karier yang kamu inginkan. Menunjukkan ada sinergi yang sama antara perusahaan dengan dirimu akan membuka peluang diterima bekerja di tempat tersebut.

3. Apakah jenis pekerjaaan impian Anda?

Meskipun pekerjaan impian kamu adalah menjadi seorang pilot pesawat komersil, jangan pernah memberikan jawaban tersebut saat diwawancara, kecuali memang saat itu kamu memang tengah menjalani wawancara kerja di sebuah perusahaan penerbangan yang membutuhkan pilot baru.

Menjawab pertanyaan tersebut dengan menyebut profesi yang berbeda dengan lowongan di perusahaan yang tengah mewawancaraimu adalah sebuah kesalahan. Untuk tidak terlalu terlihat mencolok, sebutkan saja bahwa pekerjaan yang tengah kamu lamar ini sesuai dengan minat dan passion kamu.

4. Apa kelemahan terbesar Anda?

Setiap orang pasti akan memiliki kelemahan. Bahkan sebuah kelebihan atau kekuatan juga bisa menjadi kelemahan jika tidak bisa dikendalikan. Akan lebih baik jika menyebut kelemahan-kelemahan yang yang bersifat hardskill, bukan sifat. Jelaskan juga bagaimana kamu akan mengatasi kelemahan tersebut sehingga tidak berpengaruh terhadap kinerja nantinya.

Jadi, jangan lontarkan jawaban seperti ini saat wawancara kerja; “Saya kurang teliti dan ceroboh”. Jangan lontarkan jawaban seperti ini saat wawancara kerja, hal itu hanya akan membuat Anda langsung dicoret dari daftar calon karyawan.

Tidak salah jika kamu selalu ingin menjawab setiap pertanyaan dengan jujur. Namun, akan lebih baik jika menjawab secara bijak. Setiap perusahaan pasti menginginkan calon karyawan yang terbaik. So, tunjukkanlah dirimu yang terbaik dengan memberikan jawaban-jawaban yang berkualitas dan tidak berlebihan.

 

Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial