Kerja Keras Bagai ‘Quda’, Masih Bisa Hura-Hura

Adakah di antara Sobat Gawe yang saat ini merasa ‘lelah’ karena terus-terusan bekerja, tapi tidak menikmati hasilnya? Hmmm, mungkin pola bekerja Sobat Gawe ada yang perlu diubah, nih! Bekerja memang perlu, namun jangan sampai karena terlalu kerasnya bekerja, Sobat Gawe sampai-sampai tidak sempat lagi hura-hura. Wah, wah, kalau sudah seperti ini kata Om Bob Sadino, Sobat Gawe bukan bekerja, tapi malah dikerjain.

Bekerja Sesuai Waktu

Hayo, siapa di antara Sobat Gawe yang masih suka lembur tapi tidak menghasilkan apa-apa? Memang semakin cepat pekerjaan selesai, maka semakin plong pikiran kita. Tapi, apa tidak kasihan dengan tubuh kita sendiri?

Menurut International Labour Organization (ILO), jam kerja yang disarankan adalah 8 jam/hari untuk 5 hari kerja, dan 7 jam/hari untuk 6 hari kerja. Sekarang coba hitung masing-masing jam kerja kalian dan bandingkan dengan rekomendasi ILO. Belum ditambah lembur.

Ingat ya, tubuh tetap butuh istirahat, tidak dapat diforsir untuk terus-terusan bekerja. ‘Tapi min, kantor saya aturannya kerja 9-12 jam, gimana nih min?’ Nah, buat kamu yang terpaksa harus mengikuti aturan kantor, mimin punya tips  untuk menyiasatinya.

Pagi hari di awal waktu bekerja, buatlah daftar pekerjaan yang harus kamu selesaikan hari itu saat tiba di kantor. Dengan ini, kamu dapat bekerja lebih efisien karena sudah tahu apa yang harus kamu selesaikan dan tidak membuang waktu lagi. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk lembur karena pekerjaan belum selesai, kecuali kalau atasan tiba-tiba menambah pekerjaan lagi untukmu. Sabar ya..

Istirahat untuk Istirahat

Nah, ini penting ya Sobat Gawe. Di saat istirahat, banyak di antara kita masih sibuk dengan pekerjaannya, melewatkan makan siang dan ibadah, dengan alasan dikejar deadline. Menurut minke ini salah, ya. Justru dengan istirahat, tubuh kita akan kembali fit lagi. Sehingga selanjutnya kita dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Justru kalau dipaksakan, seringkali pekerjaan malah tidak selesai tepat waktu, benar kan?

Tugas Kantor Bukan PR

Next, jangan sampai kamu mengerjakan tugas kantor di rumah. Ini yang membuat quality time kamu dengan keluarga jadi berkurang. Akhirnya, kamu pun secara tidak sadar merasa jenuh dengan pekerjaan kantor. Justru ketika tiba di rumah, ini saat kamu untuk istirahat, melepaskan semua beban pekerjaan, bermain-main dengan si kecil atau tidur sepuasnya melupakan apa yang hari ini membebanimu.

Berani Bilang ‘Tidak’

Buat Sobat Gawe yang mungkin masih ‘junior’ di lingkungan kerjanya, belajarlah untuk mengatakan ‘tidak’ atau menolak apabila ada rekan yang meminta bantuan, namun pekerjaanmu sendiri belum selesai. Ini bukan berarti egois ya, tapi kita harus bisa memprioritaskan kapan yang harus kita dahulukan. Kalau kamu mengiyakan semua pekerjaan untuk kamu selesaikan, bisa-bisa beneran jadi ‘quda’ dan tidak akan ada waktu lagi untuk hura-hura.

Libur Jangan Lembur

Namanya juga hari libur, ya seharusnya dipakai untuk libur, bukan? Namun, seringkali waktu libur ini justru dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan kantor, lembur, acara kantor, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kantor. Inilah pentingnya manajemen waktu seperti yang sudah minke jelaskan di awal tadi. Kalau kita sudah merencanakan tugas dengan baik di awal, maka tidak akan ada kata ‘lembur’ di akhir pekan kamu. Justru di hari libur inilah kamu harus manfaatkan untuk me time, atau quality time dengan keluarga. Intinya, jauhkan pekerjaan saat libur, ya!

Bagikan artikel ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial